Rabu, 12 Desember 2012

Pahlawan Sebagai sosok motivator dan inspirator



Pahlawan bukan hanya Superhero

Hari pahlawan memang sudah diperingati beberapa hari lalu tapi semangat  juangnya masih membekas dihati masyarakat indonesia pada umumnya. Pahlawan adalah seorang figur masyarakat yang berjuang  untuk membela dan menyejahterakan hidup masyarakat tanpa meminta imbalan apapun. Pahlawan adalah superhero yang muncul dengan hati yang tulus dengan tujuan menyejahterakan.
Jika ditanya pahlawan siapa yang menjadi inspirasi bagi hidup saya maka saya akan menjawab yaitu IBU. Kenapa saya menjawab ibu saya sebagai pahlawan karena beliaulah yang mengandung,melahirkan,merawat serta mendidik saya tanpa pamrih,penuh kasih sayang  dan sepenuh hati.
Beliau selalu hadir disaat saya atau bahkan kita membutuhkannya,selalu ada disaat kita butuh. Ibu selau bisa menempatkan dirinya dimanapun dia berada. Ibu bekerja tanpa lelah dan tanpa mengeluh, namun terkadang dari kita lupa akan jasa yang telah ibu kita lakukan. Beliaulah pahlawan serta inspirator bagi kita yang selama ini belum kita hargai  jasanya.
            Semoga dihari pahlawan yang sudah terlewat kita lebih bisa menghargai jasa dan tindakan yang telah pahlawan lakukan, terutama pahlawan itu ibu kita.

Pahlawan adalah pemimpin yang sesungguhnya

Selasa, 11 Desember 2012

sistem pendidikan yang salah




Berbicara tentang pendidikan di Indonesia, sebelumnya kita lihat dan cermati pengertian pendidikan itu apa?                                                                                                
 Pendidikan adalah usaha sadar dan terpercaya untuk membangun suasana belajar dalam proses pembelajaran yang didalamnya ada interaksi antara pendidik dan peserta didik dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan bakat serta potensi dirinya agar berguna bagi agama,nusa dan bangsa.                                                                                 
Pendidikan merupakan awal dari sebuah bangsa agar bangsa tersebut maju. pendidikan yang bermutu merupakan tolak ukur apakah masyarakat di negara tersebut juga maju.sekarang kita lihat pendidikan di indonesia. pendidikan sudah sering mengganti kurikulum baik dari KBM hingga KTSP.namun dengan penggantian kurikulum juga masih belum efisien terhadap perkembangan pendidikan di indonesia. apakah cara belajarnya yang salah atau bahkan sistem pendidikan yang selama ini ternyata salah. kita lihat dari beberapa fakta,pendidikan di indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara Asia Tenggara. kita kalah jauh dengan Malaysia atau bahkan Singapura. upaya yang harus digunakan adalah merombak semua birokrat serta birokrasinya.mungkin dengan cara itu pendidikan di indonesia akan maju.

Konstitusi di Indonesia



         Konstitusi adalah sejumlah aturan-aturan dasar dan ketentuan-ketentuan hukum yang dibentuk  untuk mengatur fungsi pemerintah berdasarkan pada UUD 1945. Atau secara gamblangnya konstitusi adalah ketetapan aturan tertinggi pada sebuah negara.                          Di indonesia konstitusi yang digunakan adalah UUD 1945 dan dasar negaranya adalah pancasila.kedudukan konstitusi dengan adanya UUD baik penguasa dapat mengetahui aturan/ketentuan  pokok mendasar mengenai ketatanegaraan. Intinya konstitusi harus disepakati bersama.
           Perubahan konstitusi atau UUD yaitu:
Secara revolusi, pemerintahan baru terbentuk sebagai hasil revolusi ini yang kadang – kadang membuat sesuatu UUD yang kemudian mendapat persetujuan rakyat.
Secara evolusi, UUD/konstitusi berubah secara berangsur – angsur yang dapat menimbulkan suatu UUD, secara otomatis UUD yang sama tidak berlaku lagi.
Keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi yaitu: keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi nampak pada gagasan dasar, cita – cita dan tujuan negara yang tertuang dalam pembukaan UUD suatu negara. Dasar negara sebagai pedoaman penyelenggaraan negara secara tertulis termuat dalam konstitusi suatu negara
Keterkaitan konstitusi dengan UUD yaitu: Konstitusi adalah hukum dasar tertulis dan tidak ter tulis sedangkan UUD adalah hukum dasar tertulis. Uud memiliki sifat mengikat oleh karenanya makin elastik sifatnya aturan itui makin baik, konstitusi menyangkut cara suatu pemeritahan diselenggarakan,
Kita lihat dan amati  sekarang apakah konstitusi memang benar-benar berdasarkan pada UUD 1945 atau bahkan hanya sebagai ketentuan hukum saja.apakah adanya mahkamah konstitusi bisa digunakan sebagai tempat kita mengadu tentang masalah hukum.

Selasa, 23 Oktober 2012

Ancaman Radikalisme kebangsaan di Indonesia



            Berbicara tentang radikalisme di Indonesia sebenarnya bukan hal baru lagi.ancaman tersebut sebenarnya sudah ada sejak dulu.hanya saja tidak segencar sekarang.radikalisme sudah menggrogoti pemerintahan Indonesia.
            Radikalisme perlahan tapi pasti masuk kedalam kehidupan bangsa Indonesia.cara ini terbukti mudah untuk mendoktrin bangsa indonesia.mengajak secara halus dan kemudian mempengaruhinya.Radikalisme dilakukan oleh beberapa ormas untuk menarik peminat.bahkan tidak jauh-jauh disekitar kita.misalnya di kampus,banyak sekali organisasi yang mengajak kita untuk menjadi pengikutnya.bahkan internet yang kita gunakan sehari-hari itu merupakan ancaman radikalisme secara perlahan.
             Radikalisme dilakukan oleh suatu kelompok untuk merubah cara pandang kita terhadap bangsa kita sendiri.dengan membuat kita tidak percaya lagi terhadap bangsa tersebut otomatis kita akan terpengaruh terhadap cara pandang tersebut.
              Ancaman yang serius adalah kita akan merusak dan merugikan negara kita.bagaimana tidak ideologi kita yang sudah lama terbangun tiba-tiba hilang dan tergantikan begitu saja.itu terbukti dengan adanya bom yang ada di solo jawa tengah.terori, merajalela.jika kita bisa berfikir positif dengan tidak hanya hati saja yang digunakan mungkin teroris tidak akan di indonesia.
              Sebagai pemuda dan generasi indonesia,kita harus bisa mengatasi radikalisme dengan cara berpedoman pada pancasila dan kita adalah negara yang berlandasan hukum
                                                                                                   

Menyikapi Pemimpin Non-muslim




            Sebagaimana yang kita ketahui sekaraang,masyarakat Jakarta sedang bergembira.pasalnya,mereka baru saja mendapatkan pemimpin yang selama ini diimpikan.
            Namun dibalik kegembiraan tersebut,ada satu masalah yang selama ini tidak banyak difikirkan oleh masyarakat.masalah tersebut memang tidak terlalu serius jika kita fikir secara rasional namun kebanyakan dari kita merupakan mayoritas muslim yang pemikirannya hanya bertumpu pada hukum agama.
            Bagaimana mungkin kita yang orang muslim dipimpin oleh orang non muslim?.secara adat istiadat saja atau bahkan sejarah membuktikan hampir seluruh pemimpin di indonesia seorang muslim.kita nalar saja,pemimpin yang muslim saja belum bisa mengayomi masyarakat yang mayoritas muslim.apalagi seorang non muslim,apakah beliau bisa diterima secara lapang dada oleh masyarakat.karena kita mengetahui sendiri bagaimana ciri masyarakat muslim di Indonesia.
            Kita balik lagi kepemimpin yang non muslim, wakil Gubernur DKI Jakarta yaitu Basuki Thahaja Purnama. beliau berasal dari kaum non muslim.kita nalar saja pemimpin jangan dilihat dari agama apa,suku apa,ras apa,marga apa.tapi lihatlah hasil dari kepemimpinan orang tersebut.bukankah Indonesia negara demokrasi.kita berhak memilih apa yang kita yakini asal keyakinan itu tidak merugikan orang lain. kalau dilihat dari segi agama,memang benar pemimpin dari golongan yang bukan muslim selalu ditentang karena dengan alasan semisal saat sholat Jum’at, bagaimana mungkin imam sholat jum’at ternyata bukan orang muslim.pemimpin harus bisa membaur dengan masyarakat,dilihat dari sisi keyakinan saja sudah berbeda.yang satu keyakinan saja masih ditolak.contohnya presiden perempuan kita ibu Megawati,beliau saja banyak yang menginginkan untuk mundur padahal beliau adalah seorang muslimah.alasan itu hanya karena perempuan tidak akan mungkin mengimami pada saat sholat.
            Pemimpin bukan hanya berbaur pada saat hari raya saja tetapi pemimpin yang benar dan bijaksana adalah pemimpin yang ada disaat masyarakat membutuhkan.jadi pemimpin itu muslim atau bukan muslim tapi lihatlah hasil kerjanya.
“Pemimpin bukanlah orangnya tapi hasil kerjanya”